YHNP

WELCOME

Software Maintenance
Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja / fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).

Dengan beragamnya tujuan perawatan perangkat lunak, maka jenis perawatan perangkat lunak dapat dibagi menjadi 4 pula, yaitu perawatan perbaikan (correction), perawatan peningkatan kinerja (improvement), perawatan penyesuaian (adaptation), dan perawatan pencegahan (prevention). Akan tetapi, secara umum, jenis perawatan perangkat lunak dapat dikelompokkan kedalam dua kategori besar, yaitu perawatan perbaikan (correction) dan perawatan peningkatan (enhancement). Perawatan jenis kedua mencakup perawatan improvement, adaptation, dan prevention.

4 Jenis Kategori Maintenance dalam Software
1. Corrective maintenance, ini kita lakukan ketika sebuah bug ditemukan pada sistem dan kita harus melakukan perbaikan.
2. Adaptive maintenance, ketika sistem yang kita buat harus mengadaptasi perubahan pada environment dimana sistem tersebut berjalan. Misalnya, ketika membuat sebuah aplikasi Android, kita harus melakukan maintenance ketika versi Android di upgrade, agar aplikasi kita tetap compatible.
3. Perfective maintenance, ketika pengguna sistem atau stakeholder merubah requirement dari sistem yang kita bangun.
4. Preventive maintenance, ketika kita hendak meningkatkan kualitas sistem yang kita bangun atau hendak menanggulangi sebuah bug sebelum bug tersebut terjadi.

Aspek Kegiatan Maintenance
Beberapa aspek-aspek penting dalam perencanaan perawatan adalah:
1. Perencanaan adalah kegiatan untuk menjalankan fungsi. Aspek-Aspek penting dalam perawatan perencanaan :
a. Penyusunan secara struktural kegiatan perawatan yang akan dijalankan
b. Penyusunan sistem perawatan
c. Kegiatan pengontrolan dan pencatatan
d. Penerapan sistem perawatan dan pencatatan
Sedangkan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan perawatan adalah ruang lingkup pekerjaan, prioritas pekerjaan, kebutuhan ketrampilan, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan peralatan dan kebutuhan material.

2. Pemeriksaan, kegiatan pemeriksaan yang telah tersusun dengan teratur akan menjaga performa mesin dalam keadaaan optimal dan dapat berfungsi sesuai standar. Kegiatan pemeriksaan terdiri dari :
a. Pemeriksaan operasional
b. Pemeriksaan pemberhentian
c. Pemeriksaan overhaul.

3. Pemilihan komponen atau suku cadang merupakan kegiatan yang paling penting dalam menjalankan kegiatan overhaul. Dengan pemilihan suku cadang yang sesuai dengan spesifikasi mesin akan menjaga mesin tetap dapat bekerja dalam kondisi standar.

Maintenance Planning Activity
Aktivitas penting untuk maintenance perangkat lunak adalah perencanaan. Jika tahap development berlangsung 1-2 tahun, maka fase maintenance berlangsung selama bertahun-tahun. Memperkirakan secara akurat sumber daya yang digunakan adalah elemen kunci dalam rencana maintenance. Sumber daya yang didalamnya termasuk biaya harus dimasukkan dalam rencana anggaran proyek. Rencana maintenance harus dimulai dengan membuat atau menentukan tujuan kualitas perangkat lunak. 

Konsep dan perencanaan maintenance :
a. Mengandung ruang lingkup (scope) maintenance perangkat lunak.
b. Proses setelah perangkat lunak selesai.
c. Harus diketahui siapa yang akan melakukanmaintenance.
d. Perkiraan biaya maintenancesiklus hidup perangkat lunak.

Teknik-teknik Maintenance
Software maintenance yang efektif dilakukan dengan teknik yang spesifik atau khusus untuk maintenance. Beberapa teknik praktis yang biasa diapakai maintener akan dijelaskan di bawah ini.

1. Program Comprehension, programmers menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan mengerti program dalam rangka mengimplementasikan perubahan. Code browsers merupakan tools kunci dalam program comprehension. Dokumentasi yang singkat dan jelas dapat membantu dalam program comprehension. Berdasarkan atas pentingnya subtopic ini, maka IEEE Computer Society mengadakan pelatihan yang diadakan setiap tahunnya mengenai program comprehension.

2. Reengineering, biasanya tidak dilakukan untuk meningkatkan kemudahan melakukan maintenance (maintainability) namun untuk mengganti legacy system yang sudah berumur. Refactoring atau transformasi program yang mengorganisasi ulang (reorganisasi) tanpa mengubah perilaku sistem sekarang digunakan dalam reverse engineering untuk meningkatkan struktur program berorientasi objek.

3. Reverse engineering adalah proses menganalisa subjek sistem untuk mengindentifikasi komponen sistem dan hubungan yang terjadi di dalamnya untuk direpresentasikan dalam bentuk lain atau pada level abstraksi yang lebih tinggi. Reverse engineering dilakukan secar pasif, artinya tidak mengubah sistem atau menghasilkan sistem yang baru. Sebuah usaha reverse engineering sederhana mungkin menghasilkan sesuatu yang disebut graphs dan control flow graphs dari source code. Jenis dari reverse engineering antara lain redocumentation dan design recovery. Date reverse engineering mempunyai pengaruh penting beberapa tahun belakangan. Topic reverse engineering menjadi bahan diskusi dalam acara tahunan Working Conference on Reverse Engineering (WCRE).

4. Impact Analysis mengidentifikasi keseluruhan sistem dan produk sistem yang dipengaruhi oleh permintaan perubahan (change request) dan membuat perkiraan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan perubahan. Dilakukan setelah permintaan perubahan (change request) diterima oleh configuration management process. Beberapa hal penting tentang impact analisis :
a. Menentukan ruang lingkup perubahan untuk perencanaan dan implementasi.
b. Membuat perkiraan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan kegiatan secara akurat.
c. Menganalisa untung / rugi perubahan yang diminta.
d. Melakukan komunikasi dengan bagian lain tentang kompleks tidaknya perubahan yang dilakukan.

sumber:
1. Yani's Weblog.
2. Laravel Indonesia.
3. Mahasiswa GUNADARMA.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sejarah Aplikasi LINE
LINE adalah sebuah aplikasi pengirim pesan instan gratis yang dapat digunakan pada berbagai platform seperti smartphone, tablet, dan komputer. LINE difungsikan dengan menggunakan jaringan internet sehingga pengguna LINE dapat melakukan aktivitas seperti mengirim pesan teks, mengirim gambar, video, pesan suara, dan lain lain. LINE diklaim sebagai aplikasi pengirim pesan instan terlaris dan menduduki posisi nomor 1 dalam kategori aplikasi gratis di 42 negara. Di Indonesia sendiri, LINE mengklaim telah mempunyai 72 juta pengguna aktif dengan mayoritas di antaranya merupakan perempuan.

LINE dikembangkan oleh perusahaan Jepang bernama NHN Corporation. LINE pertama kali dirilis pada Juni 2011 dan mulanya hanya dapat digunakan pada sistem iOS dan Android. Setelah sukses pada kedua sistem tersebut LINE masuk dalam sistem operasi besutan BlackBerry. Lalu pada tahun 2012, LINE resmi meluncurkan aplikasi yang dapat digunakan pada perangkat Mac dan Windows. Kesuksesan LINE sebagai aplikasi pengirim pesan instan terlihat dari pengguna yang mencapai 101 juta di 230 negara di dunia.
LINE hanya dapat digunakan untuk sesama pengguna LINE. Aplikasi dapat di download pada situs resmi LINE, BlackBerry App World, Google Play, App Store, atau Windows Marketplace. LINE menggunakan nomor telepon sebagai ID dan dapat membuat ID pengguna untuk memudahkan orang mengundang anda. Anda juga dapat menyembunyikan nomor telepon untuk melindungi privasi anda.

Di akhir tahun 2016, pengguna aktif bulanan untuk layanan LINE yang semula berjumlah 220 juta, turun menjadi 217 juta orang. Tapi di saat yang sama, pendapatan mereka justru naik ke angka US$1,2 miliar (sekitar Rp16 triliun) yang menjadi pendapatan tahunan terbesar sepanjang sejarah LINE. Menurut LINE, pendapatan terbesar mereka didapat dari pemasangan iklan, seperti di Official Account, yang bisa mencapai 40%. Selain itu, mereka juga mendapat uang dari konten game (30%), penjualan stiker (20%), serta dari penjualan merchandise karakter lucu yang mereka miliki (10%).

Berikut ini adalah perkembangan beberapa fitur LINE di Indonesia dari tahun 2016 sampai 2018 :
1. Official Account LINE
Saat ini, telah ada 90 Official Account asal tanah air di LINE, yang terdiri atas 68 pemilik merek serta 22 selebritas.

Uniknya, sepanjang tahun 2016 yang lalu, aplikasi chat asal Jepang tersebut juga mencoba menghubungkan para pemilik Official Account dengan produk bisnis yang mereka miliki.

Hasilnya, kita bisa melihat fitur pemesanan GO-JEK lewat LINE pada bulan Januari 2016, layanan pembelian pakaian lewat chat di Sale Stock pada pertengahan 2016, serta fitur pemesanan dan berbagi voucer Uber di bulan Desember 2016.

2. Webtoon
Platform yang berisi kumpulan komik ini kini telah mempunyai 35 juta pembaca bulanan aktif di seluruh dunia, dan 6 juta di antaranya berasal dari tanah air. Awalnya, Webtoon hanya tersedia untuk platform Android saja. Namun, hanya berselang beberapa hari Line akhirnya merilis Webtoon untuk pengguna iOS.

Webtoon menjanjikan bahwa semua kontennya akan diperbarui tiap hari. Jadi, pembaca tak akan membaca komik yang sama berulang-ulang, kecuali jika menginginkannya. Salah satu fitur terbaik dari Line Webtoon adalah semua komik yang tersedia di dalamnya dapat didownload secara gratis. Namun, komik yang telah didownload hanya dapat dinikmati selama 30 hari saja.

3. LINE Today
Diluncurkan pada bulan Februari 2016 yang lalu, agregator berita tersebut kini telah menjadi layanan dengan pertumbuhan paling cepat dibanding layanan LINE yang lain. Saat ini, telah ada 70 penyedia konten yang bergabung dengan LINE Today.

Selain itu, pengguna bisa mendapatkan informasi terbaru lainnya, seperti cuaca, lalu-lintas, ramalan, dan sebagainya. Pengguna juga bakal disuguhi dengan layanan Manga (komik Jepang), musik, video, dan konten multimedia lainnya.






4. LINE Shopping
Platform yang diluncurkan pada tanggal 1 September 2016 yang lalu ini merupakan marketplace untuk para penjual yang menjajakan barang lewat LINE.

Saat ini sudah ada 3.000 penjual yang ada di LINE Shopping, termasuk e-commerce elevenia, VIP Plaza, dan Qoo10.

Pengguna LINE Shopping hingga saat ini telah mencapai 5,6 juta orang, didominasi oleh wanita berusia di atas 20 tahun yang tinggal di daerah Jakarta dan sekitarnya.








5. LINE Jobs
Meski baru diluncurkan pada bulan Desember 2016 yang lalu, saat ini telah ada sekitar 20.000 lowongan pekerjaan di platform LINE Jobs.

Untuk mendorong jumlah lowongan yang ada, mereka bekerja sama dengan beberapa situs lowongan kerja, seperti HiredToday dan Jobs.id.

6. LINE Academy
Salah satu fitur baru LINE di tahun 2016 yang lalu adalah LINE Academy. Lewat platform ini, LINE bekerja sama dengan startup pendidikan RuangGuru untuk menghadirkan beragam konten yang bersifat akademis.

Konten yang dapat diakses dalam LINE Academy antara lain berupa kuis, video tutorial, informasi beasiswa, soal tryout ujian nasional, hingga live chat dengan para ahli terkait dunia pendidikan. LINE mengklaim bahwa pada saat ini, LINE Academy telah diakses oleh lebih dari 900.000 pengguna.

7. Mention dalam Group Chat
Sekarang terdapat cara yang mudah untuk mendapatkan perhatian dari teman bahkan saat chat sedang ramai. Salah satunya adalah pengguna LINE dapat mention teman tertentu di dalam group chat untuk memastikan mereka mendapatkan pesan tersebut. Pengguna dapat mengetik ‘@’ dalam pesan dan pilih teman yang akan di-mention. Maka orang tersebut akan mendapatkan pemberitahuan bahwa mereka sudah di-mention. Dengan fungsi mention ini, anda tidak perlu khawatir lagi apabila pesanmu akan hilang dalam chat.

8. Chat Live
Chat Live memungkinkan pengguna untuk melakukan livestreaming dengan anggota group chat dan multi-person chat yang memiliki anggota sebanyak 200 orang. Kemampuan kamera dan video terbaru ditambahkan pada update aplikasi LINE versi baru, termasuk pengambilan gambar dengan filter dan efek. Tertanam juga fitur video dan foto terbaru didesain untuk memperkaya pengalaman komunikasi para penggunanya.

Livestream dapat dilakukan dengan menekan icon telepon di bagian atas chatroom dilanjutkan dengan menekan tombol LIVE. Ukuran layar dapat di sesuaikan, dan dapat diputar di bagian atas dengan beragam pilihan seperti full-screen, ukuran 1/8 dan pengaturan pilihan lainnya. Terdapat banyak kegunaan dari fitur terbaru ini, seperti mengobrol dengan teman sekaligus livestreaming acara.

Update terbaru ini juga menghadirkan filter dan efek pengenalan wajah yang populer dari aplikasi B612 dan Foodie yang akan dihubungkan dengan aplikasi kamera milik LINE. Pengguna juga dapat menggunakan filter dan efek untuk mengubah foto dan video dengan cara yang menyenangkan di dalam chat tanpa harus membuka aplikasi kamera lainnya. Pengguna dapat melakukan beragam cara untuk mengambil foto pada tiga aspek rasio yaitu 1:1, 3:4, dan 9:16 serta kemampuan untuk melakukan pengeditan pada video seperti pemotongan durasi dan penghapusan audio.

9. LINE Event
Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk mengatur jadwal guna bertemu dengan para pengguna lainnya secara mudah dan praktis. Menggunakan fitur ini, pengguna juga bisa melakukan berbagai pengaturan, semisal RSVP, catatan lokasi serta integrasi ke Apple Calendar.

Pengguna hanya perlu memperbarui aplikasi LINE ke versi terbaru dan masuk ke salah satu jendela chat di aplikasi LINE. Selanjutnya, cukup dengan membuka icon panah yang terletak di bagian kanan, dan pilihlah opsi Event. Setelah pengaturan di opsi Event terbuka, pengguna hanya perlu membuat catatan untuk beragam kegiatan yang akan dijadwalkan bersama dengan para pengguna lainnya, baik secara personal maupun secara grup.

Beberapa pengaturan yang tersedia adalah pemilihan tanggal, dilanjutkan dengan nama kegiatan, detil orang yang akan diundang, detil waktu dalam bentuk berupa jam mulai hingga jam selesai serta lokasi dan RSVP. RSVP sendiri merupakan sebuah mode konfirmasi untuk orang-orang yang diundang oleh sang penyelenggara Event.

10. Pemberitahuan
LINE versi 7.15.0 menghadirkan fitur Pemberitahuan yang memungkinkan pengguna menyematkan pesan-pesan penting dalam ruang obrolan. Fitur baru ini memungkinkan pengguna memilih hingga 5 pesan yang akan ditampilkan di atas setiap obrolan agar bisa dengan mudah dilihat oleh anggota obrolan lainnya.

11. Unsend
LINE akhirnya memberikan fitur baru untuk memudahkan kegiatan antarpesan. Fitur ini adalah mode Unsend yang berguna untuk menghapus atau menarik kembali pesan yang telah terkirim. Menariknya, fitur baru ini tidak hanya berlaku untuk menarik pesan teks. Pengguna juga bisa menarik kembali pesan berupa sticker, foto, video, pesan suara, tautan, kontak, informasi lokasi, hingga file.

Untuk menarik pesan, pengguna tinggal menekan dan tahan pesan yang sudah dikirimkan kemudian cari tombol Unsend dan pesan tersebut akan dihapus dari sisi penerima. Jika telah terhapus, tampilan di LINE akan memberikan info bahwa pengguna telah berhasil menghapus sebuah pesan. Pesan juga tetap bisa dihapus meskipun sudah dibaca oleh pihak penerima. LINE juga menjelaskan bahwa fitur ini tidak berlaku untuk menghapus info pesan yang tampil di Notifikasi. Artinya penerima pesan tetap bisa melihat preview pesan tersebut jika mengaktifkan mode notifikasi.

12. Face Play
Game gratis yang dapat dimainkan dalam panggilan video yang dioperasikan oleh LINE dirilis tanggal 18 April 2018 lalu. Untuk membuat komunikasi melalui panggilan video semakin menarik, LINE memutuskan untuk meluncurkan Face Play, game pertarungan menggunakan ekspresi wajah seseorang dan gerakan yang dapat dinikmati oleh dua atau lebih pemain. Akan ada dua jenis permainan yang tersedia, "BT21 Says" dan "Monster Pop" dengan rencana lebih lanjut untuk terus menambahkan lebih banyak jenis permainan.

Game Face Play dapat dimulai dengan memilih "Face Play" baik dari menu dalam 1-on-1 chat (simbol "+" yang ditampilkan di layar) atau ditampilkan dalam panggilan video 1-on-1. Pemain dapat menyimpan dan membagikan gambar yang diambil saat bermain game*2 dan, di perangkat Android, bahkan dapat berbagi rekaman. Face Play hanya akan ditampilkan di perangkat Android OS atau iOS (iPad tidak didukung) yang telah menginstal LINE ver. 8.5.0 atau lebih tinggi. Face Play juga membutuhkan iPhone 6 atau Android OS 4.4 atau lebih tinggi.

Sumber :
1. Wikipedia Indonesia.
2. Techinasia.
3. Jurnalapps.co.id.
4. Klikpositif.com.
5. Jalantikus.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pengertian Application Service Library (ASL)
ASL adalah sebuah framework untuk proses manajemen aplikasi. ASL adalah domain publik standar untuk manajemen aplikasi. ASL adalah standar yang independen, terpisah dari IT Infrastructure Library (ITIL), tetapi terkait dengannya dalam pengertian kepatuhan terhadap standar-standar untuk mengelola proses dan memberikan keterkaitan yang erat, kepatuahan dari kumpulan publik domain dari suatu pedoman.

ASL lebih dari sekadar framework. Karena didukung oleh praktek-praktek terbaik yang diambil dari sejumlah organisasi. Konsep ASL akan dikembangkan oleh yayasan dan para pendukungnya secara berkelanjutan.


Cakupan Application Service Library (ASL)
ASL ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:
1. Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi.
2. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.

Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah: 
1. Use Support
2. Configuration Management
3. IT Operation Management
4. Continuity Management


Framework Application Service Library (ASL)
Framework ASL terdiri dari 6 proses cluster, dibagi menjadi 3 tingkat yaitu proses operational, managing dan strategic levels. Memilki sudut pandang jangka pendek dan menengah, sedangkan sudut pandang proses untuk beberapa tahun ke depan. strategis menghadap ke arah horizontal.

Dukungan aplikasi klaster pada tingkat operasional bertujuan untuk memastikan bahwa aplikasi saat ini digunakan dengan cara yang paling efektif untuk mendukung proses bisnis, menggunakan minimal sumber daya dan mengarah ke minimal gangguan operasional.
Proses manajemen memastikan bahwa cluster operasional dikelola secara terpadu. Pemeliharaan aplikasi dan pembaharuan klaster memastikan bahwa aplikasi yang dimodifikasi sesuai dengan perubahan kebutuhan, biasanya sebagai akibat dari perubahan dalam proses bisnis, menjaga aplikasi up-to-date. Proses menghubungkan membentuk jembatan antara organisasi layanan cluster dan pengembangan dan pemeliharaan cluster.

Ada 2 kelompok pada tingkat strategis. Tujuan dari cluster strategi aplikasi adalah untuk mengatasi strategi jangka panjang untuk aplikasi. Proses yang diperlukan untuk strategi jangkapanjang untuk organisasi manajemen aplikasi dijelaskan dalam strategi organisasi manajemen aplikasi kerangka cluster.

sumber:
1. Welcome To My Blog.
2. AGRISTI N.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pengertian Maturity Model
    Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.
Secara umum, maturity model biasanya memiliki ciri sebagai berikut :
1. Proses pengembangan dari suatu organisasi disederhanakan dan dideskripsikan dalam wujud tingkatan kematangan dalam jumlah tertentu (biasanya empat hingga enam tingkatan).
2. Tingkatan kematangan tersebut dicirikan dengan beberapa persyaratan tertentu yang harus diraih.
3. Tingkatan-tingkatan yang ada disusun secara sekuensial, mulai dari tingkat inisial sampai pada tingkat akhiran (tingkat terakhir merupakan tingkat kesempurnaan).
4. Selama pengembangan, sang entitas bergerak maju dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya tanpa boleh melewati salah satunya, melainkan secara bertahap berurutan.

Pengertian Software Maintenance
    Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja/fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).

Proses Software Maintenance
Bagian ini menjelaskan proses pemeliharaan perangkat lunak enam sebagai :
1. Proses implementasi mengandung persiapan perangkat lunak dan kegiatan transisi, seperti konsepsi dan penciptaan rencana pemeliharaan; persiapan untuk menangani masalah yang diidentifikasi selama pengembangan, dan tindak lanjut pada manajemen produk konfigurasi.

2. Masalah dan proses modifikasi analisis, yang dieksekusi sekali aplikasi telah menjadi tanggung jawab kelompok perawatan. Programmer pemeliharaan harus menganalisa setiap permintaan, konfirmasikan (dengan mereproduksi situasi) dan periksa validitas, menyelidiki dan mengusulkan solusi, mendokumentasikan permintaan dan usulan solusi, dan akhirnya, memperoleh semua otorisasi yang diperlukan untuk menerapkan modifikasi.

3. Proses mempertimbangkan pelaksanaan modifikasi sendiri.

4. Penerimaan proses modifikasi, dengan mengkonfirmasi karya yang dimodifikasi dengan individu yang mengajukan permohonan dalam rangka untuk memastikan modifikasi memberikan solusi.

5. Proses migrasi (migrasi platform, misalnya) luar biasa, dan bukan merupakan bagian dari tugas pemeliharaan sehari-hari. Jika perangkat lunak harus porting ke platform lain tanpa ada perubahan dalam fungsi, proses ini akan digunakan dan tim proyek pemeliharaan kemungkinan akan ditugaskan untuk tugas ini.

6. Akhirnya, proses pemeliharaan lalu, juga suatu peristiwa yang tidak terjadi setiap hari, adalah pensiun dari sebuah software.

Ada sejumlah proses, kegiatan dan praktek yang unik untuk pengelola, misalnya :
a. Transisi : Urutan terkontrol dan terkoordinasi kegiatan selama sistem ditransfer progresif dari pengembang untuk pengelola.
b. Service Level Agreements (SLA) dan kontrak pemeliharaan khusus (domain-spesifik) dinegosiasikan oleh pengelola.
c. Modifikasi Permintaan dan Masalah Meja Laporan Bantuan : Proses penanganan masalah yang digunakan oleh pengelola untuk memprioritaskan, dokumen dan rute permintaan yang mereka terima.
d. Modifikasi Permintaan Penerimaan / Penolakan : Permintaan modifikasi bekerja lebih dari ukuran tertentu / usaha / kompleksitas mungkin ditolak oleh pengelola dan dialihkan untuk pengembang.

Aspek Kegiatan Maintenance
    Aktivitas pemeliharaan yang pertama terjadi karena asumsi yang salah pada saat uji coba yaitu kesalahan-kesalahan tersembunyi pada perangkat lunak yang cukup besar. Menurut O’Brien (2005) bahwa dibutuhkan pembagian kegiatan maintenance ke dalam empat aspek. Pemeliharaan perangkat lunak dapat dibedakan menjadi :
1. Adaptive : Diartikan sebagai modifikasi sistem untuk mengatasi perubahan lingkungan software. Aktivitas ini terjadi karena pertumbuhan atau perkembangan perangkat lunak atau perangkat keras sehingga memerlukan modifikasi dari perangkat lunak yang telah dibuat.
2. Perfective : Diartikan sebagai tindakan baru implementasi atau perubahan pengguna peralatan yang mana memperhatikan fungsi tambahan untuk software. Aktivitas ini terjadi pada saat perangkat lunak yang telah dibuat dan dilakukan uji coba kemudian dipergunakan oleh user. Setelah dipergunakan oleh user mungkin timbul permintaan tambahan fungsi sesuai dengan keinginan pemakai.
3. Corrective : Diartikan sebagai deteksi dan perbaikan masalah, yang ditemukan oleh pengguna. Aktivitas ini terjadi pada saat produk dipakai dan hasil yang didapat oleh pamakai baik berupa kesalahan yang timbul maupun kesalahan dalam bentuk keluaran yang tidak sesuai.
4. Preventive : Diartikan sebagai peningkatan kemampuan software atau reabilitas untuk menghindari masalah di masa yang akan datang. Pemeliharaan yang terakhir dilakukan untuk menghadapi kemajuan perangkat lunak atau perangkat keras di masa mendatang, umpamanya penambahan fungsi-fungsi atau melengkapi fungsi-fungsi yang telah ada.

Maintenance Planning Activity
1. Pemeliharaan korektif : Perbaikan dari kerusakan yang tak terduga.
2. Pemeliharaan preventif : Perawatan berkala.
3. Pemeliharaan prediktif : Pemeriksaan dini pada kegagalan dan perencanaan perbaikan.

Teknik - Teknik Maintenance
    Software maintenance yang efektif dilakukan dengan teknik yang spesifik atau khusus untuk maintenance. Beberapa teknik praktis yang biasa dipakai maintener :
1. Program Comprehension.
2. Re-engineering.
3. Reverse engineering.
4. Impact Analysis.

Sumber :
1. Informasi disini.
2. MINANGKABAU.
3. wexelman.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pengertian Control Objective for Information and Related Technology (COBIT)
   Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.

    COBIT berorientasi proses, dimana secara praktis COBIT dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. COBIT memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendaalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.
   Siapa saja yang menggunakan COBIT? COBIT digunakan secara umum oleh mereka yang memiliki tanggung jawab utama dalam alur proses organisasi, mereka yang organisasinya sangat bergantung pada kualitas, kehandalan dan penguasaan teknologi informasi.

    COBIT dibuat oleh organisasi Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan dikembangkan oleh IT Governance Institute (ITGI). Saat ini pengembangan terbaru dari standar ini adalah COBIT Edisi 5.0.


Lingkup COBIT
COBIT memiliki 4 Cakupan Domain yaitu :
1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise) : Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
2. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement) : Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
3. Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support) : Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.
4. Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate) : Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.

   Keempat domain tersebut diatas kemudian dijabarkan menjadi 34 faktor resiko yang harus dievaluasi jika ingin diperoleh suatu kesimpulan mengenai seberapa besar kepedulian manajemen terhadap teknologi informasi, serta bagaimana teknologi informasi dapat memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi.

Sumber: LAISA NURIN.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • Ilmu Budaya Dasar
  • Ilmu Sosial Dasar
  • Inovasi SI & New Technology
  • Manajemen Layanan SI
  • Pengantar Animasi & Desain Grafis
  • Pengantar Teknologi Sistem Cerdas
  • Film
  • Musik

NEW POST!!

TOEFL - Present Participle

Gunadarma University

Gunadarma University
Coloring The Global Future

UG Site

  • BAAK Online
  • e-Library
  • Staffsite
  • Studentsite
  • V-Class

Translate

Follow Me

  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Music Blog
  • Pottermore
  • Spotify
  • Studentsite
  • YouTube

Archive

yuliahendro.blogspot.com © 2015-2017. Powered by Blogger.

Total Pageviews

Spotify Playlist

Popular Posts

  • Animasi dan Desain Grafis
  • Perkembangan Aplikasi LINE
  • Konsep Dasar A.I. (Artificial Intelligence)
  • Animasi dan Desain Grafis: Storyboard
  • Artificial Intelligence: Game Playing

Visitors

Flag Counter

About me

Indonesian | Senior FIKTI UG '16

Instagram

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates