YHNP

WELCOME

Pengertian Application Service Library (ASL)
ASL adalah sebuah framework untuk proses manajemen aplikasi. ASL adalah domain publik standar untuk manajemen aplikasi. ASL adalah standar yang independen, terpisah dari IT Infrastructure Library (ITIL), tetapi terkait dengannya dalam pengertian kepatuhan terhadap standar-standar untuk mengelola proses dan memberikan keterkaitan yang erat, kepatuahan dari kumpulan publik domain dari suatu pedoman.

ASL lebih dari sekadar framework. Karena didukung oleh praktek-praktek terbaik yang diambil dari sejumlah organisasi. Konsep ASL akan dikembangkan oleh yayasan dan para pendukungnya secara berkelanjutan.


Cakupan Application Service Library (ASL)
ASL ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:
1. Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi.
2. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.

Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah: 
1. Use Support
2. Configuration Management
3. IT Operation Management
4. Continuity Management


Framework Application Service Library (ASL)
Framework ASL terdiri dari 6 proses cluster, dibagi menjadi 3 tingkat yaitu proses operational, managing dan strategic levels. Memilki sudut pandang jangka pendek dan menengah, sedangkan sudut pandang proses untuk beberapa tahun ke depan. strategis menghadap ke arah horizontal.

Dukungan aplikasi klaster pada tingkat operasional bertujuan untuk memastikan bahwa aplikasi saat ini digunakan dengan cara yang paling efektif untuk mendukung proses bisnis, menggunakan minimal sumber daya dan mengarah ke minimal gangguan operasional.
Proses manajemen memastikan bahwa cluster operasional dikelola secara terpadu. Pemeliharaan aplikasi dan pembaharuan klaster memastikan bahwa aplikasi yang dimodifikasi sesuai dengan perubahan kebutuhan, biasanya sebagai akibat dari perubahan dalam proses bisnis, menjaga aplikasi up-to-date. Proses menghubungkan membentuk jembatan antara organisasi layanan cluster dan pengembangan dan pemeliharaan cluster.

Ada 2 kelompok pada tingkat strategis. Tujuan dari cluster strategi aplikasi adalah untuk mengatasi strategi jangka panjang untuk aplikasi. Proses yang diperlukan untuk strategi jangkapanjang untuk organisasi manajemen aplikasi dijelaskan dalam strategi organisasi manajemen aplikasi kerangka cluster.

sumber:
1. Welcome To My Blog.
2. AGRISTI N.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pengertian Maturity Model
    Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.
Secara umum, maturity model biasanya memiliki ciri sebagai berikut :
1. Proses pengembangan dari suatu organisasi disederhanakan dan dideskripsikan dalam wujud tingkatan kematangan dalam jumlah tertentu (biasanya empat hingga enam tingkatan).
2. Tingkatan kematangan tersebut dicirikan dengan beberapa persyaratan tertentu yang harus diraih.
3. Tingkatan-tingkatan yang ada disusun secara sekuensial, mulai dari tingkat inisial sampai pada tingkat akhiran (tingkat terakhir merupakan tingkat kesempurnaan).
4. Selama pengembangan, sang entitas bergerak maju dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya tanpa boleh melewati salah satunya, melainkan secara bertahap berurutan.

Pengertian Software Maintenance
    Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja/fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).

Proses Software Maintenance
Bagian ini menjelaskan proses pemeliharaan perangkat lunak enam sebagai :
1. Proses implementasi mengandung persiapan perangkat lunak dan kegiatan transisi, seperti konsepsi dan penciptaan rencana pemeliharaan; persiapan untuk menangani masalah yang diidentifikasi selama pengembangan, dan tindak lanjut pada manajemen produk konfigurasi.

2. Masalah dan proses modifikasi analisis, yang dieksekusi sekali aplikasi telah menjadi tanggung jawab kelompok perawatan. Programmer pemeliharaan harus menganalisa setiap permintaan, konfirmasikan (dengan mereproduksi situasi) dan periksa validitas, menyelidiki dan mengusulkan solusi, mendokumentasikan permintaan dan usulan solusi, dan akhirnya, memperoleh semua otorisasi yang diperlukan untuk menerapkan modifikasi.

3. Proses mempertimbangkan pelaksanaan modifikasi sendiri.

4. Penerimaan proses modifikasi, dengan mengkonfirmasi karya yang dimodifikasi dengan individu yang mengajukan permohonan dalam rangka untuk memastikan modifikasi memberikan solusi.

5. Proses migrasi (migrasi platform, misalnya) luar biasa, dan bukan merupakan bagian dari tugas pemeliharaan sehari-hari. Jika perangkat lunak harus porting ke platform lain tanpa ada perubahan dalam fungsi, proses ini akan digunakan dan tim proyek pemeliharaan kemungkinan akan ditugaskan untuk tugas ini.

6. Akhirnya, proses pemeliharaan lalu, juga suatu peristiwa yang tidak terjadi setiap hari, adalah pensiun dari sebuah software.

Ada sejumlah proses, kegiatan dan praktek yang unik untuk pengelola, misalnya :
a. Transisi : Urutan terkontrol dan terkoordinasi kegiatan selama sistem ditransfer progresif dari pengembang untuk pengelola.
b. Service Level Agreements (SLA) dan kontrak pemeliharaan khusus (domain-spesifik) dinegosiasikan oleh pengelola.
c. Modifikasi Permintaan dan Masalah Meja Laporan Bantuan : Proses penanganan masalah yang digunakan oleh pengelola untuk memprioritaskan, dokumen dan rute permintaan yang mereka terima.
d. Modifikasi Permintaan Penerimaan / Penolakan : Permintaan modifikasi bekerja lebih dari ukuran tertentu / usaha / kompleksitas mungkin ditolak oleh pengelola dan dialihkan untuk pengembang.

Aspek Kegiatan Maintenance
    Aktivitas pemeliharaan yang pertama terjadi karena asumsi yang salah pada saat uji coba yaitu kesalahan-kesalahan tersembunyi pada perangkat lunak yang cukup besar. Menurut O’Brien (2005) bahwa dibutuhkan pembagian kegiatan maintenance ke dalam empat aspek. Pemeliharaan perangkat lunak dapat dibedakan menjadi :
1. Adaptive : Diartikan sebagai modifikasi sistem untuk mengatasi perubahan lingkungan software. Aktivitas ini terjadi karena pertumbuhan atau perkembangan perangkat lunak atau perangkat keras sehingga memerlukan modifikasi dari perangkat lunak yang telah dibuat.
2. Perfective : Diartikan sebagai tindakan baru implementasi atau perubahan pengguna peralatan yang mana memperhatikan fungsi tambahan untuk software. Aktivitas ini terjadi pada saat perangkat lunak yang telah dibuat dan dilakukan uji coba kemudian dipergunakan oleh user. Setelah dipergunakan oleh user mungkin timbul permintaan tambahan fungsi sesuai dengan keinginan pemakai.
3. Corrective : Diartikan sebagai deteksi dan perbaikan masalah, yang ditemukan oleh pengguna. Aktivitas ini terjadi pada saat produk dipakai dan hasil yang didapat oleh pamakai baik berupa kesalahan yang timbul maupun kesalahan dalam bentuk keluaran yang tidak sesuai.
4. Preventive : Diartikan sebagai peningkatan kemampuan software atau reabilitas untuk menghindari masalah di masa yang akan datang. Pemeliharaan yang terakhir dilakukan untuk menghadapi kemajuan perangkat lunak atau perangkat keras di masa mendatang, umpamanya penambahan fungsi-fungsi atau melengkapi fungsi-fungsi yang telah ada.

Maintenance Planning Activity
1. Pemeliharaan korektif : Perbaikan dari kerusakan yang tak terduga.
2. Pemeliharaan preventif : Perawatan berkala.
3. Pemeliharaan prediktif : Pemeriksaan dini pada kegagalan dan perencanaan perbaikan.

Teknik - Teknik Maintenance
    Software maintenance yang efektif dilakukan dengan teknik yang spesifik atau khusus untuk maintenance. Beberapa teknik praktis yang biasa dipakai maintener :
1. Program Comprehension.
2. Re-engineering.
3. Reverse engineering.
4. Impact Analysis.

Sumber :
1. Informasi disini.
2. MINANGKABAU.
3. wexelman.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pengertian Control Objective for Information and Related Technology (COBIT)
   Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.

    COBIT berorientasi proses, dimana secara praktis COBIT dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. COBIT memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendaalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.
   Siapa saja yang menggunakan COBIT? COBIT digunakan secara umum oleh mereka yang memiliki tanggung jawab utama dalam alur proses organisasi, mereka yang organisasinya sangat bergantung pada kualitas, kehandalan dan penguasaan teknologi informasi.

    COBIT dibuat oleh organisasi Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan dikembangkan oleh IT Governance Institute (ITGI). Saat ini pengembangan terbaru dari standar ini adalah COBIT Edisi 5.0.


Lingkup COBIT
COBIT memiliki 4 Cakupan Domain yaitu :
1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise) : Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
2. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement) : Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
3. Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support) : Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.
4. Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate) : Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.

   Keempat domain tersebut diatas kemudian dijabarkan menjadi 34 faktor resiko yang harus dievaluasi jika ingin diperoleh suatu kesimpulan mengenai seberapa besar kepedulian manajemen terhadap teknologi informasi, serta bagaimana teknologi informasi dapat memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi.

Sumber: LAISA NURIN.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pengertian MailChimp
    MailChimp adalah salah satu penyedia jasa e-mail marketing diantara banyak jasa lainnya. Jarang sekali ada e-mail marketing provider yang menawarkan jasa layanan gratis, walaupun hanya untuk 2000 subscriber pertama, dan 12.000 pengiriman e-mail.
    MailChimp cocok sekali untuk pemula yang ingin belajar sekaligus memahami dasar dari e-mail marketing, jika ada niat untuk mempelajarinya.

Berikut Analisis SWOT pada MailChimp :
1. Strengths

  • Memiliki jalur langsung untuk menghubungkan penjual dengan pelanggan.
  • Merupakan layanan favorit bagi para blogger pemula dan usaha kecil.
  • Mailhimp telah dipercaya oleh lebih dari tujuh juga pelanggan.
  • Sangat mudah digunakan dan memungkinkan dalam pembuatan template html tanpa coding.
  • Memiliki paket free (gratis) untuk pendataan sampai 2000 pelanggan.
2. Weaknesess
  • Beberapa fitur dikecualikan dalam versi gratis.
  • Sulit mengkustomisasi formulir pendaftaran.
  • Desain antarmuka pengguna yang sedikit kaku.
3. Opportunities
  • Di era digital ini, internet menjadi media marketing online yang sangat baik.
  • Pengguna internet mulai banyak memulai aktivitas online mereka dengan e-mail.
  • Media sosial dan mobile marketing jauh lebih banyak menarik perhatian pemasar.
  • Indonesia merupakan pangsa pasar yang sangat luas dan memiliki customer yang cenderung mudah dirayu.
4. Threats
  • Keterbatasan akan fitur yang lebih mutakhir dari kompetitor.
  • Munculnya kompetitor-kompetitor baru.
  • Kompetitor lama yang terus berkembang dengan inovasinya.

5. Membuat Strategi
  • Peningkatan pada layanan / fitur yang dinilai kurang.
  • Mengikuti perkembangan dan keinginan masyarakat (pengguna).
  • Membuat inovasi baru untuk mematikan keberhasilan kompetitor.

Sumber: Dunianya anak sekolahan.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pengertian Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT)
    Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). SWOT akan lebih baik dibahas dengan menggunakan tabel yang dibuat dalam kertas besar, sehingga dapat dianalisis dengan baik hubungan dari setiap aspek.
    Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.


    Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500


4 Komponen Dasar Analisis SWOT
Analisis SWOT dibagi atas 4 komponen dasar :
1. Strength (Kekuatan) atau disingkat dengan “S” : Karakteristik organisasi ataupun proyek yang memberikan kelebihan / keuntungan dibandingkan dengan yang lainnya.
2. Weakness (Kelemahan) atau disingkat dengan “W” : Karakteristik yang berkaitan dengan kelemahan pada organisasi ataupun proyek dibandingkan dengan yang lainnya.
3. Opportunities (Peluang) atau disingkat dengan “O” : Peluang yang dapat dimanfaatkan bagi organisasi ataupun proyek untuk dapat berkembang di kemudian hari.
4. Threats (Ancaman) atau disingkat dengan “T” : Ancaman yang akan dihadapi oleh organisasi ataupun proyek yang dapat menghambat perkembangannya.

    Dari keempat komponen dasar tersebut, Strength (Kekuatan) dan Weakness (Kelemahan) adalah faktor internal organisasi/proyek itu sendiri, sedangkan Oppoturnities (Peluang) dan Threats (Ancaman) merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan organisasi ataupun proyek. Oleh karena itu, Analisis SWOT juga sering disebut dengan Analisis Internal-Eksternal (Internal-External Analisis) dan Matriks SWOT juga sering dikenal dengan Matrix IE (IE Matrix).

Manfaat Analisis SWOT

    Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg paling dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi. 


Faktor yang Mempengaruhi Analisis SWOT

Faktor-faktor yang mempengaruhi keempat komponen dasar Analisis SWOT diantaranya adalah :

1. Faktor Internal (Strength dan Weakness) :

  • Sumber daya yang dimiliki.
  • Keuangan atau Finansial.
  • Kelebihan atau kelemahan internal organisasi.
  • Pengalaman-pengalaman organisasi sebelumnya (baik yang berhasil maupun yang gagal).

2. Faktor Eksternal (Opportunities dan Threats) :

  • Tren.
  • Budaya, sosial politik, ideologi, perekonomian.
  • Sumber-sumber permodalan.
  • Peraturan pemerintah.
  • Perkembangan teknologi.
  • Peristiwa-peristiwa yang terjadi.
  • Lingkungan.


Contoh Analisis SWOT

Berikut ini adalah contoh sederhana dalam melakukan Analisis SWOT dalam suatu mengevaluasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman suatu perusahaan.
1. Strength (Kekuatan) :
  • Kami dapat merespon dengan cepat setiap permintaan pelanggan tanpa harus melalui birokrasi yang panjang.
  • Kami memiliki biaya overhead yang rendah, sehingga dapat memberikan tawaran harga yang paling baik bagi pelanggan kami.
  • Kami sangat memperhatikan setiap permintaan dan kebutuhan pelanggan.
  • Kami sangat fleksibel dalam menangani setiap kasus dan permintaan pelanggan.
  • Kami memiliki reputasi yang baik pada market yang tekuni.

2. Weakness (Kelemahan) :

  • Staff kami masih memiliki kemampuan yang rendah dibidang-bidang tertentu.
  • Perusahaan kami memiliki keterbatasan dalam permodalan.
  • Cash flow kadang-kadang tidak lancar.
  • Lokasi kantor yang letaknya di tempat yang kurang strategis.

3. Opportunities (Peluang) :

  • Sektor yang kami tekun ini sedang mengalami kenaikan.
  • Pemerintah sangat mendukung perusahaan lokal seperti kami.

4. Threats (Ancaman) :

  • Perkembangan Teknologi yang cepat di market ini yang berada di luar kemampuan kami akan menyebabkan kami terlambat dalam mengadopsinya.
  • Perubahan strategi pesaing dapat mengancam posisi kami di market.
  • Kurangnya minat perbankan dalam membiayai pendanaan untuk industri yang kami tekuni saat ini.


Sumber:
1. Wikipedia Indonesia.
2. Gelas Dingin.
3. Pengertian Apapun.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pengertian Internet of Things (IoT)
    Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, Micro-Electro Mechanical Systems (MEMS), dan Internet.
    Pada dasarnya, IoT mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis Internet. Istilah IoT awalnya disarankan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Dan kini IoT menjadi salah satu tugas bagi seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi.

Cara Kerja IoT
   Cara kerja IoT yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang dimana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun. Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung.

Teknologi Pengimplementasian IoT
    Dapat dikatakan bahwa IoT adalah bagaimana suatu objek yang nyata di dunia ini digambarkan di Internet. Mari kita bayangkan ketika semua benda, bahkan manusia, hewan, dan tumbuhan dilengkapi dengan alat pengidentifikasian, maka mereka bisa dikelola secara efisien dengan bantuan komputer. Dan pengidentifikasian tersebut dapat dilakukan dengan beberapa teknologi seperti kode batang (Barcode), kode QR (QR Code), dan Identifikasi Frekuensi Radio (RFID).

1. Kode Batang (Barcode) adalah suatu kumpulan data optik yang dapat dibaca oleh alat scannernya. Pada awalnya digunakan untuk otomatisasi pemeriksaan barang di swalayan dan hingga saat ini kode batang (tipe UPC/Universal Price Codes) kebanyakan masih digunakan untuk hal tersebut. Prinsip kerjanya sangatlah sederhana, yaitu ketika kode batang didekatkan pada scanner, maka scannernya akan memancarkan cahaya dan mengidentifikasi informasi atau kode yang ada pada kode batang tersebut.
Keuntungan dari Kode Batang
  • Proses input data lebih cepat : Karena scanner kode batang dapat membaca atau merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.
  • Proses input data lebih tepat : Karena teknologi kode batang mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
  • Proses input lebih akurat mencari data : Karena teknologi kode batang mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi.
  • Mengurangi biaya : Karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data, dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual, secara berulang-ulang dan memiliki harga yang lebih murah daripada RFID.
  • Peningkatan kinerja manajemen : Karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.

2. Kode QR (QR Code/Quick Response Code) adalah suatu kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, salah satu divisi pada Denso Corporation yang merupakan perusahaan Jepang. Sesuai namanya, kode QR diciptakan untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal.
    Oleh karena itu secara otomatis kode QR dapat menampung informasi yang lebih fisik yang dapat menyimpan alamat URL, nomor telepon, SMS yang dapat digunakan pada majalah, surat harian, iklan, pada tanda-tanda bus, kartu nama ataupun media lainnya. Atau dengan kata lain sebagai penghubung secara cepat konten online dan konten offline. Kehadiran kode ini memungkinkan semua orang berinteraksi dengan media yang ditempeli oleh kode QR, melalui ponsel secara efektif dan efisien. Semua orang juga dapat menghasilkan dan mencetak sendiri kode QR, sehingga orang lain dapat dengan mudah mengakses alamat URL ataupun segala informasi yang disimpan oleh kode QR tersebut.

3. Identifikasi Frekuensi Radio (RFID/Radio Frequensi Identifity) merupakan salah satu teknologi implementasi dari IoT. Secara singkatnya, RFID adalah sebuah metode identifikasi secara otomatis dengan menggunakan suatu peranti yang disebut RFID tag atau transponder. Pada zaman modern sekarang ini, RFID merupakan teknologi yang sudah umum (banyak digunakan), dikarenakan kegunaan dan efisiensinya dalam mendukung segala aktivitas kehidupan manusia.
    Hal ini dikarenakan label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Sehingga memudahkan penggunanya untuk mendata (mengetahui jumlah maupun keberadaan atau lokasi) barang yang dimilikinya tersebut. Prinsip kerjanya sangatlah sederhana yaitu RFID tag (label RFID) memuat informasi dalam bentuk elektronik dan ketika bertemu dengan RFID readernya, informasi itu akan dikirimkan ke RFID reader dalam bentuk gelombang radio (makanya disebut Radio Frequensi Identifity). Sehingga benda tersebut dapat teridentifikasi oleh RFID reader-nya.

Metode IoT
   Metode yang digunakan oleh IoT adalah nirkabel atau pengendalian secara otomatis tanpa mengenal jarak. Pengimplementasian IoT sendiri biasanya selalu mengikuti keinginan si developer dalam mengembangkan sebuah aplikasi yang ia ciptakan, apabila aplikasinya itu diciptakan guna membantu monitoring sebuah ruangan, maka pengimplementasian IoT itu sendiri harus mengikuti alur diagram pemrograman mengenai sensor dalam sebuah rumah, berapa jauh jarak agar ruangan dapat dikontrol, dan kecepatan jaringan Internet yang digunakan. Perkembangan teknologi jaringan Internet seperti IPv6, 4G, dan Wimax, dapat membantu pengimplementasian IoT menjadi lebih optimal, dan memungkinkan jarak yang dapat di lewati menjadi semakin jauh, sehingga semakin memudahkan kita dalam mengontrol sesuatu.

Pengimplementasian IoT
    Pengimplementasian IoT terwujud dalam produk Speedy Monitoring. Produk ini diluncurkan oleh PT Telkom guna menangkap, merekam, dan memonitor suatu ruangan atau area tertentu dengan menggunakan IP Camera yang terhubung ke jaringan Speedy. Kelebihan produk ini adalah kita dapat mengakses hasil monitoring kamera dan memanajemen sistem ini melalui web browser. Baik melalui desktop maupun mobile phone. Maka dari itu dengan IoT, kita dapat mengendalikan segala sesuatu melalui sebuah perangkat dan mempermudah dalam melakukan segala aktivitas.

Manfaat IoT
     Salah satu manfaat IoT yaitu pekerjaan yang kita lakukan menjadi cepat, mudah, dan efisien. Kita juga bisa mendeteksi pengguna dimanapun ia berada. Sebagai contoh barcode yang tertera pada sebuah produk. Dengan barcode tersebut, bisa dilihat produk mana yang paling banyak terjual dan produk mana yang kurang diminati. Contoh lain saat kita pergi ke Singapore. Jika kita ingin bepergian menggunakan transportasi umum seperti MRT atau bis, kita cukup menggunakan atau membeli EZ-link card yang biasanya dipakai oleh para wisatawan yang mengunjungi Singapore sebagai pengganti uang untuk membayar jasa transportasi yang telah digunakan. Sedangkan warga negara Singapore sendiri menggunakan KTP ataupun kartu pelajar sebagai alat membayarnya. Cara ini lebih efisien dan cepat ketimbang menggunakan uang tunai.

Aplikasi IoT dalam B2B dan Pemerintahan
1. Iklan dan pemasaran terhubung : Cisco percaya bahwa kategori ini (Billboards terkoneksi Internet) akan menjadi tiga terbesar kategori IoT, bersamaan dengan smart factories dan sistem pendukung telecommuting.
2. Sistem pengelolaan sampah : Di Cincinnati, Ohio, volume sampah masyarakat turun 17% dan volume daur ulang meningkat hingga 49% melalui pemanfaatan program "pay as you throw" berbasis teknologi IoT untuk memonitor siapa yang membuang sampah melebihi batas.
3. Jaringan listrik pintar yang menyesuaikan tarif untuk penggunaan puncak energi : Jaringan listrik ini mewakili penghematan US$200 miliar hingga US$500 miliar per tahun sampai dengan 2025 berdasarkan McKinsey Global Institute.
4. Sistem air cerdas : Kota Doha, Sao Paulo, dan Beijing, Tiongkok, mengurangi kebocoran air 40-50% dengan meletakkan sensor pada pompa dan infrastruktur air lainnya.
5. Penggunaan dalam industri : Mencakup pabrik dan gudang terhubung, Internet yang dikelola jaringan rakitan, dan sebagainya.

sumber:
1. IDCloudHost.
2. Wikipedia bahasa Indonesia.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Under rich, relentless skies, I've been setting highs
I felt you walk right through me
You're the thing that I invoke
My all persistent goal, sent to make me crazy
And though it's hard now, with me, it works out

Reff :
To be human is to love, even when it gets too much
I'm not ready to give up
To be human is to love, even when it gets too much
I'm not ready to give up

All the tigers have been out, I don't care, I hear them howl
I let them tear right through me (oh, oh, oh)
Can you help me not to care?
Every breath becomes a prayer, take this pain from me
And though you're so far now, so far from my arms now

Back to Reff

To be human (yeah)
To be human (yeah)
To be human

(x2)
Just cause I predicted this
Doesn't make it any easier to live with (oh)
And what's the point of knowin it
If you can't change it? You can't change, can't change it

To be human is to love, even when it gets too much
I'm not ready to give up
To be human is to love, even when it gets too much
There's no reason to give up

Oh, oh, oh, oh, don't give up
Oh, oh, oh, oh, don't give up

Buy To Be Human (feat. Labrinth) on iTunes


To Be Human (feat. Labrinth) [audio]
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Konsep Cloud Computing
1. Software as a Service (SaaS) merupakan layanan cloud computing yang bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan platform yang menjalankan aplikasi tersebut. Contoh layanan aplikasi e-mail yaitu Gmail, Yahoo!, dan Outlook. Sedangkan contoh aplikasi media sosial adalah Twitter, FaceBook, Google+. Keuntungan dari layanan ini adalah pengguna tidak perlu membeli lisensi untuk mengakses aplikasi tersebut. Pengguna hanya membutuhkan perangkat klien cloud computing yang terhubung ke Internet. Ada juga aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk berlangganan agar bisa mengakses aplikasi yaitu Office 365 dan Adobe Creative Cloud.
2. Platform as a Service (PaaS) merupakan layanan yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Perusahaan yang menyediakan layanan tersebutlah yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan layanan ini adalah mereka bisa fokus pada aplikasi yang mereka buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.
3. Infrastructure as a Service (IaaS) merupakan layanan cloud computing yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan untuk membangun komputer virtual, yang dapat diinstall sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan ini adalah tidak perlu membeli komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi komputer virtual juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage hampir penuh, storage bisa ditambah dengan segera. Perusahaan yang menyediakan IaaS adalah Amazon EC2, TelkomCloud dan BizNetCloud.

Contoh Cloud Computing
1. Google Drive adalah layanan penyimpanan online yang dimiliki Google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya, Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian storage.
Penyimpanan file di Google Drive dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smartphone. File tersebut juga dapat dengan mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagi pakai ataupun melakukan kolaborasi dalam pengeditan.
Fitur-Fitur Google Drive
1. Penyimpanan gratis sebesar 5GB : Pengguna dapat menyimpan dokumen, baik berupa gambar, video, musik, ataupun file-file lain.
2. Memungkinkan membuat dokumen : Pengguna dapat membuat dokumen, seperti mengolah data, mengolah angka, membuat presentasi, form dan dokumen lainnya.
3. Berbagi file : Memudahkan untuk berbagi file dengan orang lain, dan juga memudahkan orang lain untuk melakukan pengeditan terhadap file yang kita buat.
4. Terintegrasi dengan layanan Google lainnya : Pengguna layanan Google lainnya akan merasakan kemudahan dalam memanagement file dari Google Drive.
5. Fasilitas pencarian : Memberikan layanan pencarian yang lebih baik dan lebih cepat untuk penggunanya dengan menggunakan kata kunci tertentu, juga dapat mengenali gambar atau teks dari dokumen hasil scan.
6. Menampilkan berbagai file : Lebih dari 30 tipe file yang dapat dibuka dan ditampilkan oleh Google Drive, termasuk file video, file image, dan lain-lain tanpa mengharuskan pengguna untuk mengunduh dan menginstall software yang sesuai dengan tipe atau ekstensi file tersebut.
7. Menjalankan aplikasi : Mempunyai kemampuan untuk membuat, menjalankan dan membagi file aplikasi favorite yang dimiliki oleh pengguna.

2. Windows Azure adalah sistem operasi yang berbasis cloud computing, dibuat oleh Microsoft untuk mengembangkan dan mengatur aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari Microsoft Data Centers, juga mendukung berbagai macam bahasa dan alat pemograman. Sistem operasi ini dirilis pada 1 Februari 2010.
Fitur-Fitur Windows Azure
1. Layanan infrastuktur : Menyediakan infrastruktur dengan skala yang sesuai dengan kebutuhan. Baik dalam membuat aplikasi baru atau menjalankan aplikasi yang telah disediakan.
2. Kembangkan dan lakukan percobaan : Memungkinkan pengguna untuk melakukan pengembangan aplikasi dan langsung melakukan percobaan pada aplikasi tersebut secara cepat.
3. Big data : Menyediakan kapasitas data yang besar. Kapasitas ini didukung oleh Apache Hadoop.
4. Aplikasi mobile : Memberikan kemudahan dalam pembuatan aplikasi mobile. Aplikasi yang telah dibuat dan dapat langsung dimasukan ke penyimpanan cloud computing.
5. Media : Layanan Media Windows Azure memperbolehkan untuk mengembangkan solusi penyebaran media, yang mana bisa menampilkan media dari Adobe Flash, Android, iOS, Windows, dan platform lainnya.
6. Aplikasi web : Menawarkan keamanan dan fleksibilitas pengembangan, penyebaran, dan pilihan skala untuk berbagai macam ukuran aplikasi web.
7. Penyimpanan, pencadangan, dan pemulihan : Menyediakan penyimpanan, pencadangan, dan solusi pemulihan data apapun.
8. Identitas dan manajemen akses : Windows Azure Active Directory memberikan layanan pengamanan pada identitas perusahaan, serta melakukan manajemen pada banyak pengguna di sebuah perusahaan.
9. Integrasi : Memperbolehkan pengguna untuk membawa seluruh aplikasi, data, perangkat, mitra ke perangkat lokal dan ke awan.
10. Manajemen data : Menyediakan solusi yang tepat untuk kebutuhan data pengguna.

sumber : Wikipedia Indonesia
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Pengertian System Development Live Cycle (SDLC)
   System Development Live Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
    Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa fase atau langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda. Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam fase atau langkah. Jumlah fase SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Pengembangan SLDC adalah proses yang digunakan oleh analis sistem untuk mengembangkan sistem informasi. SLDC harus menghasilkan sebuah sistem yang memenuhi harapan pelanggan, mencapai penyelesaian dengan tepat waktu, dan dapat bekerja secara efektif dan efisien.

Tahapan SDLC
Berikut ini adalah tahapan-tahapan pada SDLC :
1. Perencanaan Sistem (Systems Planning) : Sebuah proses untuk memahami sebuah sistem yang akan dibangun. Pada tahapan perencanaan ini, diperlukan analisa terhadap sistem salah satunya dengan cara mencari data ataupun menyeleksi kebutuhan user. Aktivitas-aktivitas pada tahap ini meliputi mendefinisikan tujuan, mengidentifikasi masalah yang akan diselesaikan dengan sistem dan strategi pengembangan sistem.
2. Analisis Sistem (Systems Analysis) : Analisis sistem ditujukan untuk pemahaman yang menyeluruh terhadap masalah dan kebutuhan yang akan dipelajari dan dianalisis. Aktivitas pada tahapan ini yaitu melakukan studi untuk menemukan suatu kasus yang bisa diselesaikan oleh sistem, mengklasifikasikan masalah, solusi yang diterapkan pada sistem, analisa dan pendefinisian kebutuhan sistem.
3. Perancangan Sistem (Systems Design) : Tahap ini merupakan hasil analisa dan hasil pembahasan mengenai spesifikasi sistem yang akan diterapkan menjadi rancangan dari sebuah sistem dan siap untuk dikembangkan. Pada tahap ini dilakukan implementasi spesifikasi sistem, analisis terhadap sistem, dan pendukung dari sistem yang akan dikembangkan nantinya.
4. Pengembangan Sistem (System Development) : Pada tahapan ini mengonversi desain ke sistem informasi. Aktifitas pada tahap ini seperti melakukan instalasi lingkungan sistem, membuat basis data, memperbaiki program.
5. Implementasi Sistem (Systems Implementation) : Pada tahapan ini sebuah sistem sudah selesai dibuat, sudah di ujicoba, dan dapat bekerja dengan baik dan juga optimal. Pada tahapan ini sistem mulai diimplementasikan dan digunakan secara real oleh user yang membutuhkan.
6. Testing : Pada tahadapan ini kita melakukan testing terhadap sistem baru yang telah kita buat. Aktifitas pada sistem ini berupa identifikasi terhadap kelayakan sistem serta identifikasi kesalahan sistem.
7. Pemeliharaan Sistem (Systems Maintenance) : Pada tahapan ini dilakukan untuk menjaga sistem agar tetap mampu beroperasi secara benar melalui kemampuan sistem dalam mengadaptasikan diri sesuai dengan kebutuhan.

    Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.

    Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem.

  Jadi, secara literatur, banyak sekali aktifitas yang terjadi pada setiap langkah pada SDLC. Contohnya saja: menentukan budget, mengumpulkan kebutuhan bisnis, desain model, menulis detil dan dokumentasi, manajemen proyek, dan sebagainya. Semua aktifitas yang muncul sudah tentu bergantung pada kasus pengembangan yang akan dilakukan.

Sumber :
- INFOTIK.
- Yuliagroup's Weblog.
- Gelas Dingin.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hey, do you remember we said, "Hello"?
And you asked me about my Levi's T-shirt
Said, "You are a friend of mine"

My, oh, my, you must have saved me bout a thousand times
I wouldn't be the one I am today
If you hadn't been a friend of mine

Reff :
I ain't misbehaving, I'm just telling you the truth
Take my love for granted, yeah, I'll give it all to you
Made me count for something, yeah, I feel it in my heart
God only knows what I've been
If you haven't been a friend of mine

Hey, I haven't seen you around since high school
How you doin, do you still remember me?
Are you still a friend of mine?
(Guess you're still a friend of mine)
(Guess you're still a friend of mine)
Now I see (I see), why I get nervous when you look at me
It's like your eye is trying to tell me something
That you're more than just a friend of mine
(That you're more than just a friend of mine, oh, my)

Back to Reff

Buy Friend of Mine on iTunes

Friend of Mine [Lyric Video]

Friend of Mine [Audio]
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Pages

  • Home
  • Ilmu Budaya Dasar
  • Ilmu Sosial Dasar
  • Inovasi SI & New Technology
  • Manajemen Layanan SI
  • Pengantar Animasi & Desain Grafis
  • Pengantar Teknologi Sistem Cerdas
  • Film
  • Musik

NEW POST!!

TOEFL - Present Participle

Gunadarma University

Gunadarma University
Coloring The Global Future

UG Site

  • BAAK Online
  • e-Library
  • Staffsite
  • Studentsite
  • V-Class

Translate

Follow Me

  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Music Blog
  • Pottermore
  • Spotify
  • Studentsite
  • YouTube

Archive

yuliahendro.blogspot.com © 2015-2017. Powered by Blogger.

Total Pageviews

Spotify Playlist

Popular Posts

  • Konsep Dasar A.I. (Artificial Intelligence)
  • Animasi dan Desain Grafis
  • Animasi dan Desain Grafis: Storyboard
  • Maintenance Dalam Pengembangan Software System
  • Animasi dan Desain Grafis: Iklan Layanan Masyarakat - Kelalaian di Jalan Umum

Visitors

Flag Counter

About me

Indonesian | Senior FIKTI UG '16

Instagram

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates