YHNP

WELCOME

Ilmu Sosial Dasar
Nama: Yulia Hendro Nurmala Putri (17116848)
Dosen: Ahmad Nasher

AGAMA
Pengertian Agama
    Menurut sudut pandang Antropologi, Anthony F.C. Wallace, Agama didefinisikan sebagai seperangkat upacara yang diberi rasionalisasi mitos dan yang menggerakkan kekuatan-kekuatan supranatural dengan maksud untuk mencapai atau untuk menghindarkan sesuatu perubahan keadaan pada manusia atau alam.

    Menurut Edi Sedyawati, Agama adalah suatu sistem yang berintikan pada kepercayaan akan kebenaran-kebenaran yang mutlak, disertai segala perangkat yang terintegrasi di dalamnya, meliputi tata peribadatan, tata peran para pelaku dan tata benda yang diperlukan untuk mewujudkan agama bersangkutan.

    Berdasarkan konsep religi (agama) manusia percaya kepada suatu kekuatan yang dianggapnya lebih tinggi dari dirinya. Menurut Koentjaraningrat, perilaku manusia yang bersifat religi itu terjadi karena :
  1. Manusia mulai sadar akan adanya konsep roh.
  2. Manusia mengakui adanya berbagai gejala yang tak dapat dijelaskan dengan akal.
  3. Keinginan manusia untuk menghadapi berbagai krisis yang senantiasa dialami manusia dalam kehidupannya.
  4. Kejadian-kejadian luar biasa yang dialami manusia di alam sekelilingnya.
  5. Adanya getaran (emosi) berupa rasa kesatuan yang timbul dalam jiwa manusia sebagai warga dari masyarakatnya.
  6. Manusia menerima suatu firman dari Tuhan.

Hubungan Antara Agama dan IPTEK
  Perkembangan IPTEK adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan IPTEK (Agus, 1999). Agama yang dimaksud disini ialah agama Islam, yaitu agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, untuk mengatur manusia dengan penciptanya (dengan aqidah dan aturan ibadah), hubungan manusia dengan dirinya sendiri (dengan aturan akhlak, makanan, dan pakaian), dan hubungan manusia dengan manusia lainnya (dengan aturan mu'amalah dan uqubat/sistem pidana) (An-Nabhani, 2001).

    Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang melandasi hubungan keduanya, terdapat 3 paradigma hubungan antara agama dan IPTEK (Yahya Farghal, dikutip dalam M. Shiddiq Al Jawi, 2005), yaitu :
a. Paradigma Sekuler : paradigma yang memandang agama dan IPTEK terpisah satu sama lain. Agama tidak dinafikan eksistensinya, tetapi hanya dibatasi peranannya dalam hubungan pribadi manusia dengan Tuhan-nya.  Agama tidak mengatur hal umum atau publik, maka dari itu paradigma ini memandang agama dan IPTEK tidak bisa dicampuri dan mengintervensi yang lainnya.
b. Paradigma Sosialis : paradigma dari ideologi sosialisme yang menafsirkan eksistensi agama sama sekali. IPTEK bisa berjalan secara idependen dan lepas secara total dari agaama. Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik. Sedangkan dalam paradigma sosialis, agama dipandang secara ateistik.
c. Paradigma Islam : paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengantur kehidupan. Aqidah Islam yang terwujud dalam apa-apa yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist menjadi landasan fikiran. Paradigma ini memerintahkan manusia untuk membangun segala pemikirannya berdasarkan aqidah Islam, bukan lepas dari aqidah itu.

KESIMPULAN
Perkembangan IPTEK, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan IPTEK (Agus,1999). Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang melandasi hubungan keduanya, terdapat 3 (tiga) paradigma hubungan antara agama dan IPTEK, (yahya Farghal, dikutip dalam M. Shiddiq Al jawi 2005), yaitu : Paradigma Sekuler yaitu paradigma yang memandang agama dan IPTEK terpisah satu sama lain. Paradigma Sosialis yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafsirkan eksitensi agama sama sekali. Dan Paradigma Islam yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA
1. LANGKAH PEMBELAJARAN.
2. Zona Siswa.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ilmu Sosial Dasar
Nama: Yulia Hendro Nurmala Putri (17116848)
Dosen: Ahmad Nasher

STRATIFIKASI SOSIAL
Pengertian Stratifikasi Sosial
    Kata Stratifikasi sosial berasal dari bahasa Latin, yakni stratum yang berarti tingkatan dan socius yang berarti teman atau masyarakat. Stratifikasi sosial adalah tingkatan sosial yang ada dalam masyarakat. Stratifikasi sosial berasal dari kiasan yang menggambarkan keadaan kehidupan masyarakat. Stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis).

   Dengan kata lain, perbedaan kedudukan akan menimbulkan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial. Perwujudan dari adanya stratifikasi sosial atau pelapisan sosial adalah adanya perbedaan golongan tingkat kedudukan atau kelas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Stratifikasi diartikan sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan, hak-hak istimewa, dan prestise.

Jenis - Jenis Stratifikasi Sosial

a. Stratifikasi Sosial Tertutup (Close Social Stratification)
    Sistem stratifikasi sosial tertutup ini membatasi atau tidak memberi kemungkinan seseorang untuk pindah dari suatu lapisan ke lapisan sosial yang lainnya, baik ke atas maupun ke bawah. Dalam sistem ini, satu-satunya jalan untuk masuk menjadi anggota dari suatu strata tertentu dalam masyarakat adalah dengan kriteria kelahiran.
    Salah satu contoh sistem stratifikasi sosial tertutup adalah sistem kasta pada masyarakat Bali. Di Bali, seseorang yang sudah menempati kasta tertentu sangat sulit, bahkan tidak bisa pindah ke kasta yang lain. Seorang anggota kasta teratas sangat sulit untuk pindah ke kasta yang ada di bawahnya, kecuali ada pelanggaran berat yang dilakukan oleh anggota tersebut.

b. Stratifikasi Sosial Terbuka (Open Social Stratification)
    Sistem stratifikasi sosial terbuka ini memberi kemungkinan kepada seseorang untuk pindah dari lapisan satu ke lapisan yang lainnya, baik ke atas maupun ke bawah sesuai dengan kecakapan, perjuangan, maupun usaha lainnya. Pada sistem ini justru akan memberikan rangsangan yang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat, untuk dijadikan landasan pembangunan dari sistem yang tertutup.
  Sistem stratifikasi sosial pada masyarakat terbuka didorong oleh beberapa faktor berikut ini :
1. Perbedaan Ras dan Sistem Nilai Budaya (Adat Istiadat) : Perbedaan ini menyangkut warna kulit, bentuk tubuh, dan latar belakang suku bangsa.
2. Pembagian Tugas (Spesialisasi) : Spesialisasi ini menyebabkan terjadinya perbedaan fungsi stratifikasi dan kekuasaan dalam suatu sistem kerja kelompok.
3. Kelangkaan Hak dan Kewajiban : Apabila pembagian hak dan kewajiban tidak merata, maka yang akan terjadi adalah kelangkaan yang menyangkut stratifikasi sosial di dalam masyarakat.


Fungsi Stratifikasi Sosial

  • Sebagai suatu alat untuk penditribusian hak dan kewajiaban, misalnya seperti: menentukan kedudukan, jabatan, penghasilan seseorang dan lain-lain.
  • Untuk mempersatukan dengan pola menkoordinasikan pada bagian-bagian yang terdapat pada struktur sosial yang gunanya untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan sebelumnya.
  • Sebagai penempatan individu atau seseorang pada strata (lapisan) tertentu dalam struktur sosial.
  • Sebagai penentu tingkatan mudah atau tidaknnya bertukar status atau kedudukan dalam struktur sosial.
  • Untuk memecahkan berbagai macam permasalahan yang ada dalam masyarakat.
  • Dan untuk mendorong masyarakat supaya bergerak sesuai fungsinya.

Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial
  • Kekayaan, sesorang yang mempunyai kekayaan yang lebih biasanya termasuk ke lapisan paling atas dalam stratifikasi sosial.
  • Kehormatan, orang yang paling di hormati biasanya selalu menempati lapisan paling atas, sering kita ditemui di masyarakat, misalnya seperti seseorang yang berjasa besar.
  • Kekuasaan, ukuran kekuasaan seseorang pun dapat menjadi faktor penyebab terbentuknya statifikasi sosial dan biasanya seseorang yang mempunyai kekuasaan selalu menempati lapisan teratas, misalnya seperti gubernur, bupati dan lain-lain.
  • Berilmu tinggi atau berpengetahuan tinggi, seseorang akan menempati urutan paling atas jika dia memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi.

Proses Terjadinya Stratifikasi Sosial

1. Terjadi secara otomatis/dengan sendirinya : Dapat terjadi karena faktor yang sudah ada sejak seseorang lahir, atau proses ini bisa terjadi karena pertumbuhan masyarakat. Sesorang yang menempati lapisan tertentu bukan atas kesengajaan yang dibuat oleh masyarakat atau dirinya sendiri akan tetapi terjadi secara otomatis, seperti misalnya keturunan.
2. Terjadi secara sengaja : Dapat terjadi dengan sengaja dengan maksud untuk tujuan atau kepentingan bersama. Sistem ini ditentukan dengan adanya wewenang dan juga kekuasaan yang diberikan oleh seseorang atau organisasi. Misalnya seperti diberikan oleh partai politik, perusahaan tempat bekerja, pemerintahan dan lain-lain.

KESIMPULAN
Stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Dengan kata lain, perbedaan kedudukan akan menimbulkan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial. Terdapat 2 jenis stratifikasi sosial, yaitu Stratifikasi Sosial Tertutup dan Stratifikasi Sosial Terbuka. Perwujudan dari adanya stratifikasi sosial adalah adanya perbedaan golongan tingkat kedudukan atau kelas. Faktor penyebab stratifikasi sosial yaitu kekayaan, kehormatan, kekuasaan, berilmu tinggi atau berpengetahuan tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
1. Berbagi Pengetahuan.
2. SS BELAJAR.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ilmu Sosial Dasar
Nama: Yulia Hendro Nurmala Putri (17116848)
Dosen: Ahmad Nasher

MASYARAKAT
Pengertian Masyarakat
    Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit, masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan dan lain sebagainya Sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemasyarakatan.

Syarat-Syarat Menjadi Masyarakat
1. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang.
2. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu.
3. Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.

Pengertian Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan (urban community) lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.

Ciri - Ciri Masyarakat Kota 
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.
3. Pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripaa faktor pribadi.

Perbedaan antara Kota dan Desa 
1. Jumlah dan kepadatan penduduk.
2. Lingkungan hidup.
3. Mata pencaharian.
4. Corak kehidupan sosial.
5. Stratifikasi sosial.

Pengertian Masyarakat Desa
    Masyarakat pedesaan (rural community) adalah masyarakat yang penduduknya mempunyai mata pencaharian utama di sektor bercocok tanam, perikanan, peternakan, atau gabungan dari kesemuanya itu.

Ciri - Ciri Masyarakat Pedesaan
1. Afektifitas : ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta, kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
2. Orientasi : kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan, tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
3. Partikularisme : semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja (lawannya Universalisme).
4. Askripsi : berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan (lawanya prestasi).

Perbedaan antara Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota Menurut Tokoh
    Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.

    Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:

Masyarakat Pedesaan :
1. Perilaku homogen
2. Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3. Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
4. Isolasi sosial, sehingga statik
5. Kesatuan dan keutuhan kultural
6. Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7. Kolektivisme

Masyarakat Perkotaan :
1. Perilaku heterogen
2. Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
3. Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4. Mobilitas sosial, sehingga dinamik
5. Kebauran dan diversifikasi kultural
6. Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular
7. Individualisme

KESIMPULAN
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Menurut Soekanto (1994), perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual. Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri.

DAFTAR PUSTAKA
1. ciptadestiara.
2. Dwi Sari Ayuningtias.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ilmu Sosial Dasar
Nama: Yulia Hendro Nurmala Putri (17116848)
Dosen: Ahmad Nasher

KEBUDAYAAN NASIONAL
Pengertian Kebudayaan Nasional
    Kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan yang dianggap dapat mewakili serta memberikan satu ciri khas bagi suatu bangsa. Ciri khas ini adalah sesuatu yang bisa dibanggakan dan tidak dapat ditemukan di negara lain. Banyak sekali kepulauan di Indonesia memiliki kebudayaan daerah yang terdiri dari berbagai suku bangsa, adat istiadat, dan bahasa. Kebudayaan daerah inilah yang menjadi faktor utama berdirinya kebudayaan nasional.
  Budaya nasional sendiri adalah budaya yang sudah ada dan mengakar pada suatu bangsa. Kebudayaan nasional yang terus dijaga dengan baik akan memberikan dampak yang baik bagi suatu bangsa seperti menguatnya jati diri bangsa dan ideologi bangsa dapat terlihat jelas. Kebudayaan nasional di Indonesia memiliki berbagai sifat khas yang bisa dilihat dari bahasa daerah, kesenian daerah, pakaian daerah dan juga berbagai kegiatan ada. Salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang merupakan daerah istimewa yang memiliki berbagai macam budaya, adat, dan kebiasaan-kebiasaan tertentu.
   Yogyakarta memiliki berbagai macam situs-situs kuno yang dapat kita nikmati dan masih asri seperti yang dahulu kala. Yogyakarta, seakan identik dengan unsur kebudayaan Jawa, bahkan bisa di bilang merupakan pusat dari kebudayaan di Jawa. Yogyakarta dengan segala kekhasan budaya Jawa nya, memiliki arti simbolik di setiap bangunannya. Kraton Yogyakarta telah berganti pemimpinnya mulai dari Sri Sultan Hambengkubuwana I sampai X.
Sejarah Yogyakarta
    Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945 bahkan sebelum tahun tersebut. Bebarapa minggu setelah proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945. Isi dekrit tersebut adalah "Integrasi monarki Yogyakarta kedalam Republik Indonesia". Dekrit dengan isi yang sama juga dikeluarkan oleh Paku Alam VII I pada hari yang sama.
Adat & Tradisi
    D.I. Yogyakarta memiliki berbagai macam adat dan tradisi. Upacara adat adalah salah satu kebudayaan yang sampai saat ini masih sering dilakukan oleh masyarakat D.I. Yogyakarta, contohnya adalah :
1. Upacara Sekaten

    Upacara Sekaten adalah sebuah upacara ritual di Kraton Yogyakarta yang dilaksanakan setiap tahun. Upacara ini dilaksanakan selama tujuh hari, yaitu sejak tanggal 5 Mulud (Rabiulawal) sore hari sampai dengan tanggal 11 Mulud (Rabiulawal) tengah malam. Upacara Sekaten diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran (Mulud) Nabi Muhammad SAW. Tujuan lain dari penyelenggaraan upacara ini adalah untuk sarana penyebaran agama Islam.

Ada beberapa pendapat mengenai asal mula nama Sekaten, yaitu:
  • Kata sekaten berasal dari kata sekati, yaitu nama dari dua perangkat gamelan pusaka Kraton Yogyakarta yang bernama Kanjeng Kyai Sekati yang ditabuh dalam rangkaian acara peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
  • Sekaten berasal dari kata suka dan ati yang berarti suka hati atau senang hati. Hal ini didasarkan bahwa pada saat menyambut perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, orang-orang dalam suasana bersuka hati.
  • Pendapat lain mengatakan bahwa sekaten berasal dari kata syahadatain, yang maksudnya dua kalimat syahadat yang diucapkan ketika seseorang hendak memeluk agama Islam. Pendapat ini didasari bahwa pada jaman dahulu upacara sekaten diselenggarakan untuk menyebarkan agama Islam.
Bentuk-bentuk ritus yang ditampilkan dalam acara sekaten adalah sebagai berikut :
  1. Persiapan fisik dan non fisik petugas upacara.
  2. Pengeluaran gamelan pusaka Kanjeng Kyai Sekati yang terdiri dari dua perangkat, yaitu Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Nagawilaga dari persemayamannya.
  3. Pemukulan gamelan pusaka, Kanjeng Kyai Sekati, di dalam Kraton Yogyakarta, tepatnya di bangsal Ponconiti tratag barat dan timur.
  4. Penyebaran udhik-udhik oleh Sri Sultan pada saat pemukulan gamelan, baik untuk pengunjung maupun untuk para pemukul gamelan.
  5. Pemindahan gamelan Kanjeng Kyai Sekati dari kraton ke Masjid Besar.
  6. Pemukulan gamelan Kanjeng Kyai Sekati di Masjid Besar.
  7. Kehadiran Sri Sultan ke Masjid Besar untuk mengikuti upacara peringatan hari besar Mulud Nabi Muhammad SAW.
  8. Penyebaran udhik-udhik oleh Sri Sultan untuk para pemukul gamelan Kanjeng Kyai Sekati.
  9. Penyebaran udhik-udhik oleh Sri Sultan di antara saka guru (tiang utama) Masjid Besar.
  10. Pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW.
  11. Penyematan bunga kanthil (cempaka) pada daun telinga kanan Sri Sultan pada saat pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW sampai pada asrokal (semacam bacaan berjanji).
  12. Kembalinya Sri Sultan dari Masjid Besar ke kraton.
  13. Kembalinya gamelan Kanjeng Kyai Sekati dari Masjid Besar ke persemayamannya di dalam kraton.
    Urutan atau tata cara ritual dalam penyelenggaraan upacara Sekaten terdiri dari 5 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap gamelan sekaten mulai dibunyikan, tahap gamelan sekaten dipindahkan ke halaman masjid besar, tahap Sri Sultan hadir di Masjid Besar, dan tahap kondur gongsa. Seluruh tahapan ini berlangsung selama tujuh hari.

KESIMPULAN
Kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan yang dianggap dapat mewakili serta memberikan satu ciri khas bagi suatu bangsa. Kebudayaan nasional di Indonesia memiliki berbagai sifat khas yang bisa dilihat dari bahasa daerah, kesenian daerah, pakaian daerah dan juga berbagai kegiatan ada. Salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang merupakan daerah istimewa yang memiliki berbagai macam budaya, adat, dan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Salah satu contohnya yaitu Upacara Sekaten.

DAFTAR PUSATAKA
1. Jogjasiana.
2. rifiway26.
3. Sayanda.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ilmu Sosial Budaya
Nama: Yulia Hendro Nurmala Putri (17116848)
Dosen: Ahmad Nasher

KELUARGA
Pengertian Keluarga
   Keluarga adalah susunan orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Pertalian antara suami dan istri adalah perkawinan dan hubungan antara orang tua dan anak biasanya adalah darah atau kadangkala adopsi dan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Fungsi Keluarga
Terdapat 5 fungsi keluarga dalam tatanan masyarakat, yaitu :
1. Fungsi Biologis
  • Untuk meneruskan keturunan
  • Memelihara dan membesarkan anak
  • Memberikan makanan bagi keluarga dan memenuhi kebutuhan gizi
  • Merawat dan melindungi kesehatan para anggotanya
  • Memberi kesempatan untuk berekreasi

2. Fungsi Psikologis 

  • Identitas keluarga serta rasa aman dan kasih sayang 
  • Pendewasaan kepribadian bagi para anggotanya 
  • Perlindungan secara psikologis
  • Mengadakan hubungan keluarga dengan keluarga lain atau masyarakat

3. Fungsi Sosial Budaya atau Sosiologi

  • Meneruskan nilai-nilai budaya
  • Sosialisasi
  • Pembentukan noema-norma, tingkah laku pada tiap tahap perkembangan anak serta kehidupan keluarga

4. Fungsi Sosial

  • Mencari sumber-sumber untuk memenuhi fungsi lainnya
  • Pembagian sumber-sumber tersebut untuk pengeluaran atau tabungan
  • Pengaturan ekonomi atau keuangan

5. Fungsi Pendidikan

  • Penanaman keterampilan, tingkah laku dan pengetahuan dalam hubungan dengan fungsi-fungsi lain.
  • Persiapan untuk kehidupan dewasa.
  • Memenuhi peranan sehingga anggota keluarga yang dewasa

PEMUDA
    Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Definisi Pemuda adalah mereka yang berusia 18 hingga 35 Tahun.  Usia muda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Peranan pemuda (mahasiswa) jelas menjadi sangat penting dan hal itu juga telah dibuktikan oleh para pejuang pergerakan nasional, namun harus disesuaikan dengan tuntutan situasi dan kondisi serta perkembangan zaman dengan tidak meninggalkan nilai-nilai dan jati diri bangsa. Generasi muda merupakan pondasi bangsa dan sebagai agent of change yang diharapkan mampu tampil untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang telah dirintis oleh founding fathers termasuk dalam memajukan pendidikan.

Peran Pemuda
  Sejak zaman pergerakan nasional Indonesia, peranan pemuda sangat besar, dan dalam perjuangannya banyak melalui pendidikan bangsa. Pada saat ini pemuda juga dituntut untuk mengembangkan dan memajukan pendidikan. Tentu saja sesuai dengan tuntutan kemajuan dan perkembangan zaman. Para pendidik dituntut bukan hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi harus dapat berperan menjadikan anak didik menjadi manusia Indonesia yang maju, mandiri, bermartabat, bermakna dalam kehidupannya baik dalam hubungannya dengan masyarakat, alam dan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    Disamping menjadi pendidik yang baik, para pemuda dapat menjadi volunteer yang berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada masa lalu ada mahasiswa yang dimobilisasi menjadi pendidik secara sukarela terutama di daerah terpencil. Pada saat ini pemuda dapat berinovasi bagaimana berperan untuk membangun bangsa. Bagaimanapun para pemuda saat ini, pada saatnya nanti akan menjadi pemimpin yang antara lain bertanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa, karena hal itu merupakan amanat konstitusi.


 Pendidikan adalah aspek terpenting dalam ilmu pengetahuan. Seorang pemuda dapat mengembangkan pengetahuannya di dunia pendidikan, Pemuda dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya dan mengasah kemampuan yang dia miliki, dan dengan pendidikan pula pemuda dapat mempersiapkan dirinya untuk terjun ke masyarakat. Seorang pemuda atau dikatakan seorang mahasiswa dalam hal ini dapat menemukan aspek yang dia kuasai dan dapat membaginya dengan orang lain. Mahasiswa dituntut dapat selesai menempuh semua mata kuliah selama 4 tahun dan setelah dia lulus, dia dapat terjun ke dunia sosial dengan menjadi tenanga pengajar untuk membagi ilmu yang telah dia kuasai di bangku kuliah.



   Bagi setiap orang, pendidikan sangatlah penting untuk saat ini, mengingat perkembangan ilmu pengetahuan terus berkembang tanpa kita sadari dan sebagai seorang pemuda (mahasiswa), para pemuda diharapkan bisa menyebarkan ilmu yang sudah didapatkan dari bangku kuliah kepada masyarakat sekitar dan hal ini juga tidak bisa lepas dari peran pemerintah yang seharusnya bisa memberikan kesempatan-kesempatan yang lebih luas lagi untuk sebagian para generasi muda yang berada dipelosok-pelosok daerah karena pendidikan adalah prioritas utama yang berguna dalam pembangunan bangsa.

    Pemuda yang notabenenya sebagai pelopor harus memberikan kontribusi yang konkret terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam mendobrak setiap kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Pemuda harus bisa menjadi pressure groups terhadap pemerintah. Advokasikan kepada pemerintah gagasan-gagasan yang sekiranya dapat menjadikan pendidikan di Negara ini lebih baik. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam menyampaikan gagasan-gagasan tersebut, antara lain melalui perwakilan kita yang ada di DPR, mengikuti seminar-seminar, diskusi-diskusi, dan masih banyak lagi.

   Ada langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain, membangun sekolah alternatif. Sekolah alternatif sebagai lembaga alternatif untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, tetapi berbeda dengan sekolah formal yang ada. Dan berdasarkan pengakuan dari siswa-siswa yang masuk sekolah alternatif, mereka justru lebih senang dan merasa sekolah alternatif lebih memberikan banyak manfaat ketimbang sekolah formal. Dan biasanya sekolah-sekolah alternatif ini didirikan latar belakangnya dari mahalnya biaya pendidikan di Indonesia.

    Tidak hanya itu, pemuda juga dapat berjuang melalui tulisan. Sebagai contoh, mahasiswa yang aktif dalam media kampus sering kali menulis dan mengangkat tema mengenai bagaimana pendidikan di Indonesia. Hal ini tidak lain dimaksudkan agar mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah sadar bagaimana sebenarnya kondisi pendidikan di Negeri ini. Dengan senjata media, pemuda juga dapat menyadarkan masyarakat bagaimana sebenarnya kondisi pendidikan Indonesia saat ini, karena terkait dengan fungsi dari media.

    Ada juga pemuda yang karah gerakannya lebih kepada turun langsung ke jalanan. Aksi menuntut pemuerintah lebih memperhatikan nasib pendidikan di Negeri ini. Bagaimanapun metode aksinya yang penting dapat aspirasi masyarakat, dapat disampaikan kepada pemerintah dengan harapan keadaan pendidikan dapat berubah kearah lebih baik.

    Selain itu pemuda juga bisa bergerak melalui jalan advokasi kepada masyarakat secara langsung. Artinya pemuda turun langsung masuk ke sektor masayarakat secara langsung dan memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan. Contoh-contoh di atas hanya beberapa dari arah atau sumbangsih pemuda terhadap upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Apa pun arah dan cara yang dilakukan generasi muda ini, sedikit atau banyak, cepat atau lambat pasti akan dapat berguna bagi negeri ini terutama dalam hal pendidikannya.


KESIMPULAN
Keluarga adalah susunan orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Terdapat 5 fungsi keluarga dalam tatanan masyarakat, yaitu : Fungsi Biologis, Fungsi Psikologis, Fungsi Sosial Budaya atau Sosiologi, Fungsi Sosial, dan Fungsi Pendidikan. Sedangkan, Pemuda adalah mereka yang berusia 18 hingga 35 Tahun. Sejak zaman pergerakan nasional Indonesia, peranan pemuda sangat besar, dan dalam perjuangannya banyak melalui pendidikan bangsa. Pada saat ini pemuda juga dituntut untuk mengembangkan dan memajukan pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA
1. KajianPustaka.com.
2. rikaarba.
3. Soraya ocktavia.
4. Zelously Blog.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Ilmu Sosial Budaya
Nama: Yulia Hendro Nurmala Putri (17116848)
Dosen: Ahmad Nasher


MOBILITAS SOSIAL
Pengertian Mobilitas Sosial
   Mobilitas berasal dari bahasa latin Mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata Sosial yang ada pada istilah mobilitas sosial untuk menekankan bahwa istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial. Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain.

Ahli sosiologi mengartikan Mobilitas menurut pendapat mereka masing-masing :
a. Paul B. Horton, Mobilitas Sosial adalah gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya.
b. Kimball Young dan Raymond W. Mack, Mobilitas Sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.
c. Soerjono Soekanto, Mobilitas Sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.



Berdasarkan tipenya, Mobilitas Sosial ada 3 yaitu :

1. Mobilitas Sosial Vertikal : Mobilitas sosial yang terjadi antara kelas sosial bawah dan kelas sosial atas. Mobilitas vertikal ada 2, yaitu :
a. Social Climbing : Pergerakan naiknya status seseorang atau kelompok sosial.
- Bentuknya :
1. Naiknya orang yang berstatus rendah ke kelas yang status sosialnya tinggi.
2. Terbentuknya kelas sosial baru yang menempati atau menggeser kelas sosial tertinggi yang ada didalam kelompok tersebut.
- Penyebabnya :
1. Melakukan prestasi kerja.
2. Menggantikan kedudukan yang kosong akibat proses peralihan generasi.
b. Social Sinking : Pergerakan turunnya status seseorang atau kelompok sosial.
- Bentuknya :
1. Turunnya kedudukan seseorang ke kedudukan yang lebih rendah.
2. Tidah dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisa sosial atas.
- Penyebabnya :
1. Berhalangan tetap atau sementara, misal sakit atau catat tubuh.
2. Memasuki masa pensiun.
3. Berbuat kesalahan fatal sehingga diturunkan/dipecat dari kelas sosial yang tinggi.

2.  Mobilitas Sosial Horizontal : Perpindahan status seseorang atau kelompok orang dalam lapisan yang sama. Ciri utama dalam mobilitas sosial horizontal adalah tidak ada perpindahan lapisan sosial.

- Bentuknya :
1. Mobilitas antar wilayah. Meliputi transmigrasi, commuter, sirkuler (bagi yang ngekost), emigrasi, imigrasi, ruraliasi, urbanisasi.

2. Mobilitas antar generasi, ada 2 bentuk antar generasi yaitu :
a. Mobilitas Intra Generasi : Perpindahan status yang terjadi dalam beberapa generasi.
b. Mobilitas Inter Generasi : Perpindahan status yang terjadi dalam beberapa generasi.



3. Mobilitas Sosial Diagonal : Perpindahan yang dialami seseorang atau kelompok yang mengalami perpindahan tempat dan status sosial.
- Bentuknya :
1. Mobilitas sosial diagonal ke atas : Perpindahannya statusnya naik, tempatnya sama.

2. Mobilitas sosial diagonal ke bawah : Perpindahan statusnya turun, tempatnya pindah.


Faktor Pendorong Mobilitas

1. Faktor struktural :
a. Struktur pekerjaan

b. Perbedaan fertilitas
c. Transisi perekonomian
2. Faktor individu :
a. Perbedaan kemampuan

b. Orientasi sikap terhadap mobilitas
c. Faktor kemujuran
3. Status sosial
4. Keadaan ekonomi
5. Situasi politik
6. Demografi (Kependudukan)
7. Keinginan melihat daerah lain


Faktor Penghambat Mobilitas
1. Kemiskinan
2. Diskriminasi kelas
3. Perbedaan ras dan agama
4. Perbedaan gender
5. Faktor pengaruh sosialisasi yang kuat

6. Perbedaan kepentingan


Cara Melakukan Mobilitas
1. Cara umum :
a. Skripsi : cara memperoleh kedudukan dengan keturunan
b. Prestasi : cara memperoleh kedudukan dengan usaha
2. Cara khusus :
a. Perubahan nama
b. Perubahan tempat tinggal
c. Perubahan tingkah laku
d. Perubahan standar hidup
e. Bergabung dengan organisasi tertentu



Saluran Mobilitas
1. Lembaga pemerintahan dan militer
2. Pendidikan
3. Organisasi politik
4. Lembaga keagamaan
5. Organisasi ekonomi
6. Organisasi profesi
7. Perkawinan
8. Organisasi keolahragaan



Dampak Mobilitas
1. Dampak positif :
a. Mendorong seseorang lebih maju
b. Meningkatkan integrasi
c. Mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik
2. Dampak Negatif :
a. Menimbulkan konflik :
- Konflik antar kelas
- Konflik antar kelompok sosial
- Konflik antar generasi
b. Berkurangnya solidaritas kelompok
c. Timbulnya gangguan psikologis




MIGRASI
Pengertian Migrasi
  Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja. Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk.

Jenis - Jenis Migrasi

    Migrasi dapat terjadi di dalam 1 negara maupun antarnegara. Berdasarkan hal tersebut, migrasi dapat dibagi atas 2 golongan, yaitu :
1. Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dapat dibedakan atas 3 macam, yaitu :
a. Imigrasi : Masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut Imigran.
b. Emigrasi : Keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut Emigran.
c. Remigrasi atau Repatriasi : Kembalinya imigran ke negara asalnya.
2. Migrasi Nasional, dibagi menjadi 4, yaitu :
a. Urbanisasi : Dari desa ke kota.
b. Transmigrasi : Dari pulau ke pulau.
c. Ruralisasi : Dari kota ke desa.
d. Evakuasi : Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman.

Proses Migrasi

    Dengan adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih, maka banyak orang atau penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya. Proses migrasi pun punya cara, yaitu :
1. Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah.
2. Proses migrasi hanya sementara di wilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya.
3. Hanya sekedar berlibur di wilayah itu.


KESIMPULAN
Mobilitas Sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. Mobilitas sosial ada 3 tipe, yaitu Mobilitas Sosial Vertikal, Mobilitas Sosial Horizontal, dan Mobilitas Sosial Diagonal. Sedangkan, Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang 1 ke tempat yang lain. Migrasi mempunyai 2 macam, yaitu Migrasi Internasional dan Migrasi Nasional. Migrasi merupakan bagian dari Mobilitas Penduduk.

DAFTAR PUSTAKA
1. Ayo Belajar Sosiologi.
2. SOSIOLOGI.
3. GEOGRAFI BERBAGI.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Pages

  • Home
  • Ilmu Budaya Dasar
  • Ilmu Sosial Dasar
  • Inovasi SI & New Technology
  • Manajemen Layanan SI
  • Pengantar Animasi & Desain Grafis
  • Pengantar Teknologi Sistem Cerdas
  • Film
  • Musik

NEW POST!!

TOEFL - Present Participle

Gunadarma University

Gunadarma University
Coloring The Global Future

UG Site

  • BAAK Online
  • e-Library
  • Staffsite
  • Studentsite
  • V-Class

Translate

Follow Me

  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Music Blog
  • Pottermore
  • Spotify
  • Studentsite
  • YouTube

Archive

yuliahendro.blogspot.com © 2015-2017. Powered by Blogger.

Total Pageviews

Spotify Playlist

Popular Posts

  • Konsep Dasar A.I. (Artificial Intelligence)
  • Maintenance Dalam Pengembangan Software System
  • Animasi dan Desain Grafis
  • Animasi dan Desain Grafis: Iklan Layanan Masyarakat - Kelalaian di Jalan Umum
  • Animasi dan Desain Grafis: Storyboard

Visitors

Flag Counter

About me

Indonesian | Senior FIKTI UG '16

Instagram

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates